TIPS-TIPS

Ada Beberapa Tips Dan Trik Untuk Lulus UAN dan UAS, Diantaranya :

  • Berdoa Kepada Tuhan Yang Maha Esa Sebelum Belajar
  • Rajin – Rajin Belajar
  • Jangan Lupa Minta Doa Restu Kedua Orang Tua Dan Guru
  • Hindari Menonton Televisi Yang Berlebihan
  • Kurangi Berpergian Yang Tidak Terlalu Penting
  • Jaga Kesehatan
  • Jangan Terpancing Isu, Bahwa Soal Sudah Bocor
  • Tingkatkan Rasa Percaya Diri
  • Jangan Lupa Menulis Dan Mengisi Data-Data Pada Kertas Ujian

TIPS WAWANCARA

PERSIAPKAN DIRI ANDA

Pertanyaan pada saaat wawancara sering tak terduga.Bisa-bisa anda cuma melongo, tak tahu harus menjawab apa.
Persiapan terbaik adalah mencari tahu garis besar perusahaan tersebut seperti sejarah perusahaan, visi misi, dan produk, kondisi keuangan, atau bidang yang anda lamar.Ada banyak sumber.Selain melalui internet, anda bisa bertanya kepada teman/kenalan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Jika anda seorang “fresh graduate”atau belum berpengalaman, cobalah untuk mengetahui istilah-istilah tertentu dalam profesi/bidang yang anda lamar.Anda bisa mempelajarinya dari majalah khusus atau jurnal profesi. Jika itu merupakan bagian dari pertanyaan wawancara, anda pasti bisa menjawabnya dan pewawancara menganggap anda memiliki minat yang besar terhadap perusahaan.

PENAMPILAN

Kenakan pakaian yang rapi,formal, dan nyaman.
Usahakan agar tetap rapi pada saat tiba di tempat karena penampilan anda adalah hal yang pertama dilihat oleh pewawancara
Kenakan sepatu yang formal/tertutup, bersih dan disemir.
Datanglah dalam keadaan aroma tubuh yang segar.Wangi boleh, tetapi jangan berlebihan.Jangan lupa merapikan kuku.
Ingin tampil beda dengan kandidat lainnya?Kenakan stelan berwarna cerah tetapi tetap dengan potongan yang formal dan sopan.Warna cerah memberikan impresi awal kepada pewawancara.bahwa anda adalah orang yang “cerah dan bersemangat”
Sebelum wawancara , mungkin anda akan menunggu bersama dengan kandidat lainnya.
Walaupun penampilan saingan anda tersebut tampak meyakinkan, jangan pernah merasa minder. Sebuah penelitian membuktikan, pada saat anda memiliki pikiran negatif, hanya dalam hitungan detik, seluruh sistem tubuh anda “mengiyakan” sehingga itu benar-benar terjadi.
Berpikirlah positif.
Beri sugesti kepada diri sendiri bahwa anda bisa memenangkan “persaingan” ini.

MENGATUR BAHASA TUBUH

Saat memasuki ruangan, berjalanlah dengan tubuh tegap, gaya yang sigap dan kedua lengan mengibas dengan bebas.Ini menunjukkan anda tahu apa yang anda inginkan dan berani untuk mewujudkannya.
Sodorkan tangan (sambil tersenyum)terlebih dahulu pada pewawancara pada saat bersalaman.Ini mengesankan anda benar-benar berminat pada lowongan tersebut.Sambil menatap matanya, genggam keseluruhan tangannya ( jangan terlalu keras maupun lemas), sebutkan nama anda,dan ayunkan tangan 2-3 kali saja.
Jangan duduk sebelum dipersilahkan.
Berbicara tanpa ekspresi menyulitkan pewawancara memahami anda.Senyuman, kerutan dahi atau ekspresi wajah yang lain membantu mengantarkan pesan anda dengan baik.Tapi jangan berlebihan karena anda sedang bukan berada di kelas latihan teater melainkan dalam proses wawancara.
Buat kontak mata.Yang dimaksud dengan dimaksud kontak mata adalah memandang langsung pada lawan bicaranya.Dan tidak perlu terus menerus.Sesekali alihkan pandangan ke arah lain agar pewawancara tidak merasa sedang dipelototi.Kontak mata yang baik mencerminkan anda sebagai orang yang percaya diri, terbuka, dan jujur.
Jangan menyilangkan tangan di dada, memasukkan tangan di saku, mengetukkan atau meremas jari, mengumam, menguyah permen karet, menggaruk kepala atau memilin rambut dengan jari, apalagi melepas sepatu meskipun kaki anda tersembunyi di bawah meja.
Suara yang monoton memberi kesan anda orang yang kaku.Bicaralah secara rileks dengan intonasi suara yang tepat sesuai situasi.
Wawancara adalah saat “menjual” diri anda tetapi tidak berarti hanya anda yang berbicara.Berkomunikasilah dua arah, anggap pewawancara sebagai teman atau orang yang menyenangkan.Selain membuat lebih tenang , pewawancara juga merasa lebih dekat dengan anda sehingga mau “berbagi cerita” lebih banyak.

Cara Membaca yang Menyenangkan

Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.

Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengatuk. Simak deh tip-tip di bawah ini supaya tercipta suasana membaca yang menyenangkan.

Persiapan Sebelum Membaca

  1. Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
  2. Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
  3. Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
  4. Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
  5. Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.

Berbagai Jenis Membaca

Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.

  1. Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.
  2. Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.
  3. Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.

Belajar dengan menggunakan metode membaca kritis akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Kita tidak hanya diminta untuk memahami isi bacaan tapi juga diajak berpikir kreatif mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis? Simak deh aturan main dalam membaca kritis di bawah ini :

  1. Melakukan survei isi buku. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    Bagian-bagian yang perlu diperhatikan adalah :
    · Paragraf awal, paragaraf akhir dan juga beberapa paragraph di tengah.
    · Bagian daftar isi, gambar-gambar, tabel dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    · Soal-soal yang mungkin terdapat dalam bacaan tersebut.
  2. Membuat pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan timbul pada saat kita melakukan survei. Jika tidak terdapat pertanyaan, usahakan cari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda pada bagian-bagian yang tidak dimengerti tersebut.
  3. Membaca. Merupakan langkah dominan dalam metode ini. Membaca disini sebagai langkah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses survei. Baca dengan teliti dan seksama paragraf demi paragraf, bagian demi bagian untuk menangkap pokok-pokok pikiran dari tiap bagian. Usahakan jangan pindah bagian jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.
  4. Evaluasi. Merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkan bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut. Jika belum, coba cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.

Meninjau ulang. Merupakan langkah terakhir kita dalam membaca kritis. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: